Jumat, 12 Agustus 2016

Baik-baik ya



Terima kasih dan maaf jika mengganggu.
Entah kamu akan tahu atau tidak, tapi kali ini aku hanya ingin bercerita tentang ini dan meyudahi segalanya.
Jujur tidak ada yang serius, perasaanku tidak seseius itu. Tapi aku mneyukainya, aku menikmatinya, tidak salahkan aku mengagumimu?
Kamu seperti tipe ideal yang ada dalam imajinasiku dan hadir kepermukaan. Hanya saja yang aku sadar aku hanya menikmatimu dari kejauhan. Tidak tetarik untuk memilikimu. Karena aku tahu batasan dan keadaannya.
Terima kasih, untuk beberapa tahun yang menyenangkan. Sangat menyenangkan.
Kamu tahu? rasanya menunggu kamu lewat hanya untuk melihatmu? Kamu tahu bagaimana aku menyukai wajahmu dan juga bakatmu? Kamu tahu bagaimana rasanya penasaran dan mencari tahu segala identitasmu, ya aku melakukannya, hanya untuk tahu saja.
Dan
Kamu mungkin juga tahu bahwa aku tak menyukai keadaan kamu sudah dimiliki yang lain yang jauh lebih baik dari adanya diriku. Aku tidak terlalu menyukainya.
Entahlah aku merasa kami jauh berbeda, dari segala segi kehidupan.
Kamu beruntung, dia beruntung, kalian beruntung saling memiliki. Aku menunggu seperti apa jika kalian nanti menikah, kupikir anak kalian akan sangat mengagumkan.
Tahun-tahun yang menyenangkan hingga akhirnya, keberadannmu susah ditemukan lagi. Dan ketetarikan itu sedikit memudar, begitulah. Sudah kukatakan aku tak seserius itu.
Kamu tahu? Aku tertawa saat tahu kamu sudah punya pacar, saat melihat dan mendengar kalian bersama dan saat melihat foto kebersamaan kalian, aku tertawa entah apa yang lucu, hanya saja mungkin karena aku menanti lama untuk menyaksikan itu, jadi bagiku seperti sebuh kejutan, kalian terlalu menutupinya, tapi aku suka karena kalian tidak pamer. Sepertinya menyenangkan. Hanya kalian yang tahu bagaimana indahnya saling mencintai satu dengan lainnya tanpa publikasi berlebihan.
Aku masih sering tersenyum ketika melihatmu, hingga sekarang. Entah kenapa, hanya saja mungkin karena sudah terbiasa, aku tidak punya alasan membencimu, tidak ada alasan. Kita bahkan tidak saling mengenal bagaimana bisa aku membencimu, kamu hanya tahu wajahku, aku yang mengenalimu dengan cukup baik.
Sekarang, entah apa, aku mulai takut untuk memandangimu, aku takut ketahauan.
Kamu sudah mulai curiga, dan aku tidak menyukainya.
Tolong, jangan sampai kamu tahu. Aku tidak suka itu. Aku tidak mau sampai kamu tahu.
Aku malu. Entahlah, rasanya memalukan jika kamu tahu aku hanya bisa terus memandangimu dari kejauhan meskipun hanya suka melihtamu saja. Tidak lebih dari itu.
Tipe idealku.
Aku juga malu kalau saja kamu tahu aku.
Apakah kamu tahu?
Semoga tidak, tolong jangan menyadarinya meskipun kupikir kamu mulai menyadarinya. Tapi berusahalah untuk tidak menunjukan bahwa kamu menyadarinya. Aku tidak suka.
Entah ini apa, salam perpisahan, surat penutup, pengantar pergi, pengunduran diri atau apa, kali ini, untuk kali ini, akau sepertinya akan benar-benar menguranginya.
Percayalah aku sudah mulai melupakanmu, bahkan saat ulang tahunmu saat itu. Aku baru menyadarinya beberapa hari kemudian ketika melihat foto kekasihmu.
Ah, rasanya waktunya memang sudah habis                                                           .
Masanya sudah tidak sama.
Aku akan melanjutkan hidupku, dan tidak memikirkanmu lagi.
Doakan aku.
Semoga aku tidak diperjumpakan lagi  denganmu dalam keadaan yang sama.
Baik-baik ya.