Senin, 26 Oktober 2015

Sepatu tua.

oleh Asna Sri Hartati


Kali ini jarak itu membentang jauh , terasa semakin jauh. Kita beralih, kita berubah, dan mungkin kini tak saling mengenal satu dan yang lainnya. Seolah  kita lelah untuk menjalin silahturahmi. Komunikasi yang terputus, terhambat keadaan dan kenyataan bahwa kita sudah tidak lagi bersama-sama, tidak akan bisa lagi bersama-sama.
Cerita-cerita yang terurai sempurna di masa itu kini hanya kenangan dan hanyalah cerita yang dapat kita kenang saja. Namun , mungkin sebagian  ingatan  di sana sudah terhapus oleh kenangan baru yang mulai terbangun.

Keadaan yang memperlihatkan bahwa kali ini keberadaanku tidak lagi sama seperti dahulu.
Saat-saat terlelah ketika kita berharap untuk bersama mungkin tidak lagi akan sama. Kita seperti sepasang sepatu tua, kita bersama tapi tidak akan  bersatu. Kita tidak akan pernah bisa berjalan beriringan, kita harus memilih mau  kau lebih dulu atau aku yang lebih dulu. Bahkan ketika waktu sudah beranjak pergi, ketika nanti masa muda tidak lagi di sini, kita jadi tua dan renta, kita tetap akan seperti sepatu, bersama tapi tidak menyatu,

Tidak ada komentar:

Posting Komentar