Minggu, 16 Agustus 2015

Tidak Lagi Sama



Hidup tidak lagi sama seperti dahulu. Begitu juga kita. Otak, pikiran juga hati kita juga sudah berubah. Tanpa kita sadari.  Banyak hal yang berubah, tentang aku tentang dia, tentang kamu tentang kita. Sangat banyak, bahkan uang yang sealu dipuja-puja manusia sekalipun tidak mampu mengmbalikan kita, tidak mampu mengembalikan apa yang sudah berubah seiring berjalannya waktu.

Perlahan tapi pasti kita memnag harus menjadi seseorang yag realistis dan bisa menerima keadaan bahwa seperti apa pun semuanya pasti akan berubah, karena berubah adalah sebuah kepastian, entah ke arah yang lebih baik atau arah yang lebih buruk.
Kini kita berbeda, ego, pikiran kita menjadi jarak yang sangat menakutkan, ketika kita tengelam dalam pikiran kita masing-masing, berusaha memahami logika, tidak lagi peduli pada apa yang hati rasakan.

Setiap orang perlu berubah, hidup bukanlah sesuatu yang statis, manusia hidup dan berusaha berubaha ke arah yang nantinya menguntungkan. Tidak ada orang yang ingin hidup dengan tidak baik, tidak ada orang yang ingn hidupnya direndahkan.

Kita akan berubah, meskipun lidah berkata “sampai kapanpun kita akan sama, tidak akan berubah”, percayalah bahwa itu hanyalah bualan semata. Kita tidak  akan hidup dalam keabadian, apa yang kamu pkirkan hari ini bisa saja kamu ubah juga hari ini.

Ketika otak manusia seperti kita bekerja, maka saat itu juga apa yang bibir katakan akan berubah. Jarak dan waktu ynag sudah lama menghilang juga akan mengubah segalanya.
Sepuluh tahun lagi jika kita bertemu apakah kita kana masih bisa sama seperti sekarang, bahkan ketika hanya beberapa bulan berpish, tahukah kamu bahkan kini banyak ha-hal janggal, aneh, dan sebagainya yang kita sendiri rasakan.

Aku selalu berusaha realistis pada keadaan karena kutahu bahwa hal-hal tersebut akan sangat menyakitkan bagiku, akan sangat menyakitkan bila kita hanya terjebak dalam situasi yang menjengkelkan itu nanti. Ketika hati dan pikiran kita tidak sama. Aku hanya beusaha menjadi manusia yang coba bisa memahami kedaan, dan juga semua hal dan alasan yang melatarbelakangi apa yang terjadi.

Terima kasih untuk segalanya. Maaf jika nanti semuanya tidak akan lagi sam.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar