Kamis, 18 Juni 2015

Tolong, Jangan Hidup dalam Pemikiran Anak-anak.



Kita sudah bukan lagi kanak-kanak, kita seharusnya bisa mengerti bagaimana keadaan yang kita alami. Bukankah kita tahu bahwa hidup menghadapkan kita pada pilihan yang tidak mudah. Kita harus memilih dalam hidup, kita tidak bisa mengambil semuanya yang kita inginkan. Setidaknya beberapa tahun ynag sudah kita lewati bukankah sudah memberi kita, kamu dan aku waktu untuk berpikir bagian mana yang bisa kita ambil, sikap apa yang bisa kita terapkan dalam kehidupan kita selanjutnya.
Jangan terus menjadi anak-anak dalam tubuh orang dewasa.
Bukankah kamu bisa berpikir dan seharusnya mengerti  bahwa tidak semua hal dalam hidup harus kamu miliki.

Keadaan seharusnya menyadarkanmu dan membuatmu bisa mengerti bagaiamana kita bisa memiliki atau melepaskan apa yang memang seharunya dilepaskan.
Kita  tidak bisa kembali lagi kemasa kanak-kanak kala segala kedaan bisa kita kontrol dengan tangisan, kini tangis yang harus bisa kita kontrol, juga emosi kita.
Kita sudahberusia cukup- tua juga seharusnya seiring bertambahnya usia juga sudah harus dewasa dan berhadapan dengan banyak tanggung jawab, juga pilihan yang eharusnya bisa kita ambil.

Tolong jangan bebani dirimu sendiri dengan pikiran, emosi dan perasaan anak-anak ynag selalu mau menang sendiri. 
Bukankah kamu tahu bahwa aku tidak suka anak-anak? Kamu juga tahu apa alsannya.
Bagiku anak-anak terlalu manja, ingin menang sendiri, tidak memedulikan orang lain, selalu berharap keinginanya dipenuhi, ya hal semacam itu, jangan hidup dan memiliki pemikiran seorang anak-anak.
Kamu harus bisa megerti dan jangan menjadi egois
Jangan.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar