Sabtu, 28 Februari 2015

Imanku, Imanmu

IMANMU, IMANKU.
Ketika hidup menghadapkanmu pada pilihan bahwa kau tidak bisa memiliki seseorang yang kau cintai karena perbedaan yang sangat mendasar. Iman kalina berbeda. Mungkin selama kita masaih tinggal di negara dimana agama menajdia satu di antara penentu, kita tidak akn pernah bisa bersatu.
Bukan hanya kamu yang terluka saat aku memilih pergi, hatikupun sama, namun inilah yang terbaik. Aku hanya tidak ingin kau mengkhianati Tuhanmu karena aku, begitu juga aku tidak ingin mengkhianati Tuhanku karena kamu. Aku tidak ingin memaksamu memasuki agamaku hanya karena kamu mencintaiku dan menginginkanku. Bagiku Tuhan adalah yang terpenting, aku tidak bermasuk mengatakan bahwa kamu tidak penting, namun bagiku jika seorang lelaki mengubah keyakinan dan keimanannya hanya karena seorang wanita, dia juga bisa meninggalkan wanita itu kapan saja ketika dia sudah tidak menginginkannya, Tuhan saja bisa dia tinggalkan jangankan hanya seorang manusia.
Kita hidup dalm kotak-kotak yang sangat susah untuk bisa kita satukan, kita hidup di sana. Aku percaya bahwa agama apapun yang ada di dunia ini, hanya bertujuan pada satu Tuhan. Hanya ada satu Tuhan. Hanya saja agama-agama itu menyebutnya dengan cara berbeda. Tidak ada agama yang buruk di dunia ini, setiap agama punya cara untuk menyembah Tuhan, setiap agama punya cara untuk menyampaikan rasa syukur juga menunjukan imannya pada Tuhan. Bagitu juga agamaku dan agamamu.
Iman, dalam agamaku di dalam kitab Ibrani pasal 11 ayat 1 dikatakan bahwa “Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat” . Meskipun aku tidak pernah melihat Tuhan, tapi aku percaya bahwa Tuhan itu ada.
Bukan aku melarangmu untuk memasuki agamaku, aku hanya ingin jika kamu mengubah agamamu menjadi apapun itu, semuanya berasal dari hatimu, bukan karena orang lain, bukan karena keinginan sesaat, tapi karena Tuhan.
Dari awal kitalah yang salah, bukankah kita tahu bahwa kita hidup di negara yang masih sangta mempermasalhkan tentang perbedaan agama. Kita tidak boleh menikah jika kita memiliki keimanan yang berbeda, harus ada yang mengalah. Di negara kita menikah beda agama itu masih sangta tabu, meskipun kita saling cinta, namun pada akhirnya tidak cukup hanya dengan cinta.
Aku pernah menceritakan padamu tentang pasangan impianku, aku sagat iri pada tema-temanku yang memiliki pasangan yang seiman, mereka bisa pergi bersama-sama ke gereja, saling mengingatkan untuk berdoa dan membaca kitab suci, bernyanyi bersama dengan lagu rohani ah itu sangat indah dan hubungan itupun terlihat sangat indah. Aku membayangkan jika kamu dan aku duduk bersebelahan di bangku gereja, melipat tangan , menundukan kepala kita dan kita sama-sama berdoa pada Tuhan dan dengan cara yang sama, bukan kah itu indah?  Begitu juga katamu tentang keinginanmu untuk bisa mengajakku bersamamu ke dalam tempat ibadahmu, berdoa bersama, beribadah bersama.
Aku hanya ingin meminta maaf untuk keegoisanku, aku mencintaimu, sangat mencintaimu, tapi aku tidak ingin mengkhianati imanku, karena bagiku hingga saat ini aku masih merasakn kedamaian dengan apa yang aku percayai, aku juga tidak mau mengubahmu aku ingin kamu yang juga memiliki kedamaian dalam imanmu pada Tuahn yang hanya satu itu.
Kisah kita memang harus berakhir, aku hanya ingin menitipkan salam jika suatu hari nanti kamu punya anak, bisa kamu ceritakan padanya tentang kita, katakan padanya hal yang sama seperti yang aku katakan padamu  jangan pernah mengubah agama dan imannya hanya karena pria atau wanita atau hanya karena cintanya pada manusia, tapi jika dia ingin mengubah imannya karena Tuhan, karena dia memang merasa nyaman dan menemukan kedamaian dan benar-benar mengimani apa yang sudah dia pilih izinkanlah dia.
Dan satu hal lagi, ini mungkin harapanku, harapanku pada Tuhan, bisakah di masa depan, di kehidupan berikutnya, di masa-masa hiidup kita ke depannya, dan jika mungkin reinkarnasi itu benar-benar ada, isakah kita menjadi sama dalam iman yang sama, bukan hanya karena nafsu duniawi, tapi karena sesuatu yang berasal dari hati kita dan bertujuan pada Tuhan.

4 komentar:

  1. keren na corat coretnya, di tunggu yang lain ya~ ;)

    BalasHapus
  2. keren na corat coretnya, di tunggu yang lain ya~ ;)

    BalasHapus
  3. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus