Selasa, 02 Desember 2014

Musim panas selalu ada


Oleh Asna Sri Hartati

Masalah keluarga yang begitu pelik membuatku lelah menjalani kehidupan, banyak hal yang terjadi tidak sesuai dengan harapan. Aku lelah dengan segala keadaan yang selalu membuatku merasa bahwa Tuhan itu tidak adil, kenapa dia menciptakan aku dalam kehidupan yang sangat kelam dan menyakitkan, aku sepertinya tidak pernah merasakan bahagia. Entahlah aku sering berpikir seperti itu hingga suatu hari, aku bertemu seorang wanita tua, wanita ini bekerja sebgai pembersih taman, aku bertemu  dengannya hari itu, hari minggu, pukul lima pagi saat aku memilih untuk pergi saja karena di rumah di pukul yang masih sepagi itu, ayah dan ibu sudah bertengkar karena ayah lagi-lagi pulang pagi.banyak yang berlari pagi, tapi aku memilih utnuk duduk saja sambil menangis. Wanita itu sepertinya mengamatiku sedari tadi, hingga akhirnya aku merasakan bahwa di telah duduk di sampingku.
“kamu kenapa nak, kok pagi-pagi begini duduk sendirian dan sudah menangis?” tanyanya.
“saya capek buk sama hidup, Tuhan itu gak adil kenapa kasih masalah yang datangnya bertubi-tubi, saya capek buk sama semua masalah yang ada dalam keluarga saya, saya kayaknya gak diciptain buat bahagia”
“ Tuhan itu adil nak, dia menciptakan manusia sesuai rencananya. Banyak hal yang kita harapkan tapi terjadi tidak sesuai harapan, banyak nak, banyak, karena Tuhan itu tau  mana yang terbaik buat kita, kita ciptaannya. “
“saya tau buk, tapi saya capek buk, selalu berada dalm posisi seperi ini, kenapa harus saya kenapa harus keluarga saya, rasanya kepala saya mau pecah jika harus memikirkan hal-hal yang seperti ini setiap harinya, lama-lama saya bisa gila setiap hari selalu mendengar suara pertengkaran di rumah, marah-marah, tangisan, alat-alat rumah yang pecah dan berhamburan, belum lagi ketidakpedulian mereka pada saya dan saudar saya yang sekarang sedang rehab buk, saya capek. Saya ingin keluarga saya kembali ke masa kecil saya, dimana saya gak tau apa itu masalah, dimana saya bisa menangis dan merengek sesuka hati agar apa yang saya mau di penuhi oleh orang tua saya, masa-masa saat kedua orang tua saya masih memanggil satu dengan lainnya dengan panggilan sayang, saat saya masih bisa bermain sepeda bersama saudara saya di jalan depan rumah, meminta batuan mama mengikat rambut dan memilihkan baju, di antar kesekolahan, liburan bersama dan masa-masa indah lainnya, saya lelah bu dengan masalah yang sudah berlarut-larut ini tanpa ujung, tanpa ada penyelesaina, saya mau semua kembali seperti dulu”
“nak, Ada saatnya dalam kehidupan kita, kita memang akan merasa sedih, kita merasa masalah yang berlebihan, masalah yang datang bertubi-tubi tidak ada habisnya, dan kita merasa tidak akan pernah ada penyelesaian untuk masalah-masalah itu. Saat kita ingin kembali ke masa masa bahagia yang pernah kita rasakan dulu.  Dulu ibu juga pernah merasa begitu, tapi seiring waktu berjalan ibu tau, banyak hal tentang kehidupan yang tidak akan pernah bisa ditebak oleh kita, kita hanyalah pelaku-pelaku dalam skernario yang Tuhan ciptakan. Kita akan merasakan yang namanya di atas yang namanya di bawah, tidak akan ada bahagia yang selamanya, karena kamu gak akan merasakan bahagia tanpa ada pembandingnya kan? dari mana kita manusia akan merasakan bahagia tanpa kita pernah merasa sedih? Itu saja nak yang hrusa kamu pahami.”
“ tapi buk, kenapa harus bertubi-tubi kenapa tidak datang saat satu masalh sudah selesai, sedangkan masalah ini datang tanpa jeda buk, saya capek”
“nak, dalm hidup yang namanya musim panas itu selalu ada”
“musim panas?”
“yaaa, musim panas, ibu sudah pernah  merasakan itu nak dan bisa saja masih akan berlanjut. Klau boleh ibuk ceritakan kepada kamu, dulu sebelum seperti sekarng ini, ibu berasal dari keluarga yang cukup berada, suami ibu adalah pangusaha di bidang property, kami  merasaknan hidup yang sangat bahagia. Tapi suatu hari usaha itu harus kami relakan termakan habis oleh api yang membuatnya tak bersisa, anak-anak ibu mati dalam kebakaran itu, dan kami terjerat hutang yang sangat banyak”
“lalu?”
“ ibu dan suami ibu berusaha mencicil hutang itu dengan uang dan harta yang tersisa dan semuanya habis. Akhirnya kami hanya bisa tinggal di komplek perumahan kumuh. Suami ibu bekerja dengan cara memulung dan penghasilan kami sehari hanyalah paling banyak 10.000. Kalau dipikir, mungkin saat itu ibu memilih untuk mengakhiri hidup saja daripada hidup terjerat masalh yang sangat berat dan pelik. Hingga pada akhirnya dua tahun kemudian suami ibu meninggal karena penyakit jantung yang sudah lama di deritanya dan sejak musibah itu dia tidak lagi pernah minum obat. Dan ibu akhirnya sendiri. Saat itu dalm pikiran ibu daripada terus hidup menyiksa diri dengan masalh yang tak kunjung berhenti dan kemisikinan juga kemalangan nasib ibu ingin bunuh diri saja, hingga saat itu hati ibu tergerak saat melihat sebuah gereja. Besoknya adalah hari minggu dan ibu pergi ke gereja. Entah apa yang mendorong ibu untuk pergi kesana karena ibu sangat jarang pergi ke gereja dulu saat kami masih berkecukupan . Hari itu seorang pendeta berkhotbah dengan tema “ musim panas selalu ada” khotbah hari itu sangat menyentuh dan ibu merasakan apa yang diceritakan oleh pendeta itu, bahwa dalam hidup yang namanya musim panas itu akan selalu ada. Saat diamana masalah datang dan kita berpikir tidak akan pernah ada penyelesaian, saat dimana kita kecewa dan merasa muak dengan kehidupan kita, saat kita merasa Tuhan tidak lagi berpihak pada kita karena memberi cobaan yang menurut kita sudah tidak lagi mampu kita jalani, saat kita merasa kehidupan kta sudah tidak lagi ada gunaanya saa-saat sulit di dalm kehidupan kita nak” Ucap ibu itu.
“tapi buk, kalau Tuhan memang baik enapa dia harus mencipatakan musim panas? Kenapa tidak musim digin saja, cukup satu musim. Bukankah kita ciptaannya kenpa kita tidak diciptakan utnuk menjadi bahagia, kenapa harus ada kesedihan di dunia ini? Kenapa? Saya benci dan muak pada kehidupan saya sendiri buk. Di usia yang masih begini saya harus hidup di tengah-tengah masalah yang bertubi-tubi”
“Nak, kamu haru s paham bahwa dalam hidup setiap hal diciptakan berpasangan. Jika ada musim panas memang harus ada musim dingin. Hidup itu harus seimbang nak, ketika kamu bahagia harus juga ada kesedihan sebagi pembandingnya. Kamu gak akan pernah tau yang namanya bahagia, kalau kamu tidak pernah merasakan yang namanya duka atau kesedihan.” Jawab ibu itu sambil mengusap air diamtaku.
“tapi bu, kenapa bertubi-tubi kenapa masalah yang datang beiringan tanpa satupun diselesaikan. Saya rasanya gak kuat bu, saya gak sekuat itu untuk bisa menerima semua ini.”
“ kita hidup diajarkan untuk bisa sabar dan siap menerima apapun, karena kita tidak pernah tau skenario kehidupan kita, apa yang sedang tuhan tulis, apa yang akan terjadi pada kita selanjutnya. Percayalah nak, bahwa ada jawaban dan penyelesaian untuk setiap masalah tapi kamu harus berusaha menyelesaikannya, jika kamu hanya diam dan berpangku tangan meyaksikan masalah dalam hidup kamu semua akan berlarut-larut. Tetapi jika kamu setidaknya mencoba untuk memahami, mencoba untuk meyelesaikan masalah itu semuanya bisa selesai. Kamu tidak boleh lari dari masalah, karena Tuhan memberi masalah pada kita agar kita lebih kuat untuk bisa menjalani hidup. Anggap saja kamu beruntung karena Tuhan mempercayakan kamu untuk bisa menerima masalah dan Tuhan memebri kamu masalah karena dia percaya bahwa kamu dapat menyelesaikannya.”
Aku diam dan berusaha meresapi setiap perkataan ibu itu. Dan entah mengapa aku merasa dia benar, bahwa hidup itu memanag harus seimbang dan setiap masalah pasti ada penyelesaiannya.
“Jika hati kamu sudah lebih enakkan, kamu lebih baik pulang ke rumah. Kamu coba ajak orang tuamu bicara. Kamu kristiani?” Tnaya ibu itu
“iya bu. saya kristen?’
“ini hari minggu kan, lebih baik kamu pulang, ajak orang tuamu ke gereja, ajak mereka mendengarkan firman Tuhan, ajak mereka berdoa untuk setiap persoalan yang kalian hadapi, karena doa adalah cara yang paling manjur utnuk membuat segalanya lebih baik.”
Aku diam sebentar. Dan aku bangkit dari tempat dudukku.
“terima kasih untuk sarannya buk, terima kasih untuk semua nasihat dan pencerahannya. Saya pulang dulu” Ucapku.
Aku bergegas berjlan dengan hati yang sudha mulai tenang, setidaknya banyak hal baru tetang hidup yang aku pahami dari wanita tua itu. Bahwa Musim panas selalu ada, bahwa hidup itu harus seimbang, bahwa setiap hal dalam hidup kita selalu punya alasan, Bahwa masalah itu ada untuk diselesikan.

Senin, 01 Desember 2014

Aku dan Imajinasiku



Kadang aku takut ketika terlalu asik bermain dan tinggal terlalu lama dalam imajinasiku aku lupa cara kembali dan lupa bagaimana carnya tingal dan bersosialisasi dalam dunia nyata tempat dimana seharusnya aku berada.
 
Aku lebih suka tinggal dalam imajinasiku. Karena di sana aku memiliki apa yang tidak aku miliki dalam kenyataan. Disana aku menciptakan sendiri seluruh jalan kehidupanku. Disana aku bahagia.

Tapi sayangnya aku memang harus sadar bahwa imajinasi akan selalu jadi imajinasi jika aku hanya tinggal diam saja disana. Jika aku terus saja terbuai dengan indahnya harapan. Indahnya dunia yang aku reka sendiri seluruh jalan ceritanya.

Pada akhirnya aku memang harus menerti bahwa hidup tidak akan mudah. Hidup tidak seindah apa yang ada dalam imajinasiku. Aku tidak bisa menciptakan sendiri jalan ceritanya. Aku tidak akan bisa menebak bagaimana dan apa yang akan terjadi selanjutnya. 

Bahwa imajinas hanyalah imajinasi jika aku tidak pernah berusaha menciptaknnya dalam dunia nyata. Bahwa bahagia mungkin hanyalah bagian dari sana jika aku hanya menunggu dia datang dan menghampiriku. Aku harus menciptakanya.

Bahwa sederhanya cara agar aku bahagia adalah bersyukur dengan apa yang aku miliki dan nikmati sekarang sembari berusaha melakukan yang terbaik yang bisa aku lakukan untuk kehidupanku.

Minggu, 12 Oktober 2014

Pemilik Hati (bagian Ketiga (ending))


Setelah hari itu sebenarnya aku merasa agak canggung jika harus curhat pada putra apalagi aku tau tentang perasaannya, entah mengapa perasaan nyaman bersama putra itu masih sebatas kata “nyaman” saja. Entah mengapa  belum ada yang lebih, Putra membuatku nyaman tapi hatiku masih diisi oleh dia yang jauh  di sana. Gemilang. Lelaki yang memilih untuk memutuskanku karena alasan jarak. Entah mengapa aku masih belum bisa melupakannya. Aku hanya tidak ingin berbohong dan memaksakan keadaan. Aku tidak mau membohongi Putra. Lelaki ini terlalu baik, aku tidak mau menyakitinya hanya dengan menjadikannya pelampiasan rasa kecewa pada Gemi.

beberapa tahun, kami sudah bersama dan aku masih memosisikannya sebagai sahabat. Aku mencoba melupakan bahwa dia mempunyai perasaan yang lebih padaku. Aku tahu mungkin itu membuatnya merasa  sakit. Tapi aku bisa apa jika dia tidak memilih untuk pergi. Ya, kami berusaha bersikap biasa. Walaupun yang aku tau dia tidak pernah bersikap biasa saja, entah mengapa dia memberi perhatian yang cukup dan aku menyukainya, tanpa sesuatu yang berlebihan, tanpa harus membuat aku merasa risih, kadang aku merasa dia adalah pacarku.
Dan aku mulai benar-benar menyayangi Putra. Tapi aku masih tidak mau menjalin sebuah hubungan dengan sattu pacar, karena kau takut, sangat takut jika kejadian kemarin terulang lagi, aku mungkin terlalu memikirkan apa yang nantinya akan terjadi.. Aku takut jika suatu hari nanti kami pacaran, punya masalah lalu kami puus dan kami tidak lagi menegur satu dengan yang lainnya, berpura-bpura tida mengenal, saling mengumpat, menjelek-jelekan dan hal semcamnya yang sering dilakukan oleh orang sekarang. Aku sangat takut kehilangan Putra karena di membuatku merasa sangat nyaman dan sangat aman. Ya, aku takut itu terjadi dan dia pergi dari kehidupanku, tapi kadang aku mersa bersalah selalu memosisikannya seperti ini, tapi aku bisa apa. Aku benar-benar takut jika semua itu harus terjadi. Dan kalu boleh jujur aku sudah nyaman dengan sekarang.
Memang benar setiap orang butuh kejelasan tentang apapun yang dialaminya, begitu juga dengan putra, tapi belakangan putra tidak lagi memintaku menjadi kekasihnya, tapi dia selalu memperlakukanku sebagai kekasihnya. Kami menikmati bagian-bagian dimana kami bisa menjadi teman, melakukan hal-hal konyol, kami curhat tentang segala jenis masalh, dia mendengarkan semua ceritaku, mengusap air mataku, memeluk dan merangkulku kala aku menangis agar hanya dia yang bisa mendengar tangisanku. Dia memeprlakukanku dengan sangat baik sangat-sangat baik. Aku menyayanginya. Sungguh sangat menyanyanginya. Putra selalu ada saat aku membutuhkannya dan dia memiliki segalanya yang aku sukai, aku tidak bisa menemukan yang lain yang sperti dia, bahkan dulu saat bersama Gemi aku tidak pernah merasakan perasaan senyaman ini. Tidak ada yang berlebihan dia melakukan semuanya sesuai porsi. Dia sepertinya sudah sangat mengenalku, sangat-sangat mengenalku.

Hingga hari itu, mungkin hari terburuk yang pernah aku alami. Aku tidak tahu harus apa dan dunia seakan sudah berakhir. Dia pergi. Putra pergi untuk selamanya. Aku tidak sempat mngucapkan bahwa aku juga mencintainya, aku tidak sempat memberi dia kejelasan tentang perasaanku. Sebuah kecelakaan bus pariwisata dari kampus saat mereka sedang melaksanakan tour ke daerah merenggut nyawanya dan beberapa temannya. Entah mengapa, kenapa harus dia kenapa bukan yang lain, kenapa dia? Itu saja yang selalu aku pertanyakan. Padahal masih banyak yang lainnya. Bukan aku menyumpahi tapi aku hanya tidak rela dia yang pergi, aku belum smepat mengutarakan apa yang selama ini aku rasakan tentang rasa nyaman, rasa aman, dan rasa sempurna yang aku rasakan bersamamnya. Aku mencintainya, benar-benar mencintainya. Sepertinya aku tidak akan menemukan yang lebih baik darinya.
Saat pemakamannya seseorang datang menghampiriku, wajahnya sangat mirip dengan putra, bedanya adalah dia perempuan.
“kamu, luna?” Tanyanya. Aku mengangguk pelan sambil mengusap air mata.
“iya, aku luna”
“ini” ucapnya sambil menyodorkan sebuah kotak yang cukup besar. Aku tidka tau apa isinya.
“ini apa” tanyaku.
“ini milik putra, akua menemukan ini di kolong temapt tidurnya, sepertinya akan diberikan padamu tapi masih belum sempat, mungkin saja untuk kado ulang tahun kamu” ucapnya
“dari putra” tanyaku memastikan lagi
“iya, dia sepertinya sangat sayang sama kamu. Dia tidak pernah seperti ini sbelumnya. Yang aku tahu dulu dia sering mendekati banayk perempuan, dan baru kali ini yang aku tahu bahwa dia menyukai seorang perempuan dalam waktu sangat lama. Oh iya, kenalkan aku putri, saudara kembar putra” ucapnya sambil menyodorkan tangan kanannya.
“luna” jawabku menyambul tangan itu.
“maaf sebelumnya, kalau aku udah lihat-lihat dan periksa isi kotak itu, karena aku ingin memastikannya. Putra tidak pernah menunjukan fotomu padaku dia memang sering curhat namun hanya lewat telepon, kebetulan orang tua kami berpisah, kami juga tinggal di kota yang berbeda dan aku tinggal bersama ayah, putra bersama ibu. Menurutku kamu beruntung dan terima kasih sudah bisa merubah putra menjadi lelkai yang sangat baik. Di sana juga ada tulisan-tulisan putra, putra suka menulis dan menurutku semua tulisan itu tentang kamu. Bagianya kamu wanita sempurna yang pernah dia temui seklaipun kamu tidak memeberinya kepastian tenag hubungan kalian tapi katanya dari semua yang terjadi dia juga tahu bahwa kamu juga menyayanginya hanya kamu merasa tkaut jika ada yang akan terjadi kamu takut putra menjauh jika kalian punya masalh sebagai pacar. Itulah yang aku baca dari sana. Apa itu benar?”
Aku diam sejenak mendengar cerita itu. Putra sangat mengenalku dia tahu apa yang terjadi dan yang aku rasakan, dia memahami kedaanku dan berusah membuatku senyaman mungkin. Air mataku tak bsa berhenti menetes, aku merasa sudah menyia-yiankan lelaki favoritku ini. Aku sudah membiarkannya pergi sebelum bisa membuatnya mendnegar tentang segala perasanku.

“Dan akau ingin mengucapkan terima kasih sekali lagi karena telah manjadi wanita terbaik dan bagian  terbaik dalam akhir hidupnya karena kita tidka pernah tau kapan sebuah kehidupan akan berakhir kapan kita akan sampai pada batas waktu yang sudah ditentukan terima kasih sudah memebuatnya merasakan bahgia memiliki seseorang yang bisa membuatnya merasa nyaman.” Ucap putri sambil memelukku.

“aku juga ingin berterima kasih padanya karena sudah menjadi lelaki terbaik yang pernah aku kenal, karena sudah menjadi lelaki terhebat yang pernah aku tau, karena sudah membutaku merasa nyaman dengan tidak berlebihan, karena selalu ada dan selalu bisa mengerti aku, karena sudah jadi sumber bahagia dan alsan aku bisa melupakan segala masalah yang ada. Sejujurnya aku mencintainya, sangat mencintainya. Aku hanya takut mengatakan itu aku takut jika kami menjadi kekasih dan pada akhirnya harus berpisah dia kan pergi aku takut tidak lagi bisa menemukan seseorang sepertinya yang bisa memperlakukanku dengan cara yang sempurna.” Ucapku pada putri.

Dan aku berharap benar-benar berharap bahwa dimanapun Putra sekarang Putra tau tentang tentang perasaanku yang sebenarnya sekalipun aku tidak lagi bisa melihat dia, tidak lagi bisa menyentuhnya tidak lagi bisa merasakan bahagia bersamanya, setidaknya aku hanya ingin dia tahu bahwa sebenarnya selama ini perasaanya berbalas bahkan sejak awal bertemu aku sudah menyukainya, bahwa putra adalah lelaki terbaik yang pernah ada dalam kehidupanku. Lelaki terbaik yang pernah menemaniku, yang memberiku rasa nyaman dan kebahagiaan dengan cara yang sangat sempurna. Dan putralah pemilik hatiku.

-THE END-

Check juga Pemilik Hati ( bagian pertama) dan Pemilik Hati (bagian kedua) :) enjoy it


Sabtu, 13 September 2014

KASIH MASIH ADA (1) oleh Asna Sri Hartati



                    ‘ KASIH MASIH ADA

                                                           satu
Shakira andisti, seorang gadis cantik dengan tinggi tubuh 165 cm, rambutnya panjang, perangainya sangat ramah,  Usianya baru saja menginjak 16 tahun 3 bulan yang lalu tepatnya tanggal 5 juli yang lalu namun dalam waktu 3 bulan itu kepahitan dia dapat, ayahnya meninggal karena serangan jantung 1 bulan lalu, pacarnya meniggal karena kecelakaan 2 minggu yang lalu dan hari ini dia tahu bila hidupnya hanya bisa berjalan 5 sampai 6 bulan lagi keyataan yang sangat pahit harus qira  hadapi, tak ada yang tahu tentang ini karena qira tak mau dikashiani
“biarlah, aku saja yang menaggung semuanya aku tak mau memberi tahu mereka tentang hal ini biarkan mereka tahu sendiri bila memeng mereka benar-benar mempedulikanku”
sebait kata-kata yang tertulis dilebaran ke 27 di diarynya . Kanker darah stadium akhir yang dideritanya kini membuat hidupnya semakin terasa sia-sia, qira saja tak menyangka bila dia mengidap penyakit yang menakutkan itu, tak banyak tanda-tanda selama ini hanya dia sering pingsan dan mimisan.
kenapa sih, hidup gue begini, kenapa selalu begini apasih salah gue sebenarnya, apa mugkin gue hidup itu adalah sebuah kesalahan, tuhan kenapa sih jahat sama aku, udah ayah pergi kiki juga pergi, sekarang tuhan juga mau ambil nyawa aku, aku gak takut sama kematian, yang aku takut Cuma kedaan bunda, kalo aku pergi siapa yang mau ngurusin bunda, kak cello sekarang di rehab an baru bisa keluar 7 bulan lagi , ayah udah pergi dan sekarang Cuma ada aku, aku takut nanti bunda down kalo tau tentang keadaan aku ini”
Bait kata lainnya di lembaran ke28 di diarynya. Yaah belakangan aqira memang lebih sering mengugkapkan isi hatinya pada diary kesayangannya yang dibelikan kiki pacarnya, daripada bercerita pada orang-orang disekitarnya. Siswi yang kini duduk dikelass 11 jurusan IPS di sma pelita kasih ini, sebenarnya adalah murid yang berprestasi, berbagai prestasi ia raih dalam pendidikanya. Dia juga murid yang aktif yang selau mengikuti segala kegiatan di sekolahnya.namun kenyataan pahit yang di terimanya membuat dia lebih memilih untuk megurangi kegiatannya karena dia sadar jika di terlalu aktif seperti dulu sakit itu bisa saja kambuh ketika ia berada di keramaina dan orang-orang tahu jika di mengidap leukemia. Namun meski begitu di tetap berusaha menjadi qira yang dahulu kira yang selau ceria, periang dan baik pada orang-orang disekitarnya
“ hmmm, hari ini hari pertama gue masuk sekolah setelah libur panjang, gue berharap gak terjadi hal-hal aneh hari ini sama gue, semoga aja, gak ada yang tau tentang keadaan gue sekarang, gue gak mau mereka ngebeda-bedain gue,, bersikap sama gue gak biasa... otw sekolah”
baitan curhatnya dilembaran ke 29 di diarinya, qira pergi dengan mengendarai mobil jazz hitamnya, yah dia memang pecinta warna hitam, warna yang menurtnya dalah warna keabadian.
Qira sampai di sekolahnya dan menghampiri kedua teman akrabnya yang sedang berdiri di depan kelas
“halo-halo semua, long time no see dear” sapanya pada ola dan oca shabatnya sejak smp
 “ wah-wah sepertinya ada yang mulai bangkit nih, dari keterpurukan, coba dari sebulan yang lalu kayak gini, kan seneng gue, jadinya gue gak miris lagi deh” ucap ola
“ apaan sihh, keterpurukan, kayaknya hidup gue tuh gimana? Lebay lu tuh” balss qira
 “ aduh kalian ini” ucap oca
 “apaan sih lu ca aduh kalian ini? Apanya yag aduh” tanya ola
 “ yah aduhh ajah” jawab oca
“ weeeh” sorak qira dan ola serempak
 *tiiiiiiiiiiiiiiit, tiiiiiiiiiiiiiiiiit bel tanda masuk berbunyi
 Siswa-siswi di sekolah mulai memasuki kelas mereka masing-masing. Termasuk oca , ola dan qira.
 “ehhhh ca, la ntar sore jalan yuk” ucap qira yang dudk di meja belakng oca dan ola
 “ kemana” tanya oca
“kemana aja bolehh” jawab qira
 “eehhh seriuss, kan elunya yang nagajak jalan” ucap oca
 “hmmm, udah deh lu bedua ikut gue ajah, natar siap dirumah masing-masing gue jemput lubedua”ucap qira
“sipppp boss” ucap keduanya.
Sorenya seperti rencana mereka sebelumnya mereka bertiga ketempat tujuan mereka yang hanya qira yang tahu setelah menjemput oca dan ola dirumah mereka masingmasiang.
“ehh qir by the way, in the way busway yah, kita ini mau keman sih kok elu gak mau ngasi tahu sih” tanya oca
“ kemana ajah bolehhh” jawab qira
“ihhh elu ditnya serius malh becanda” ucap oca
“hmmmm ada ajah, udahlah ikut ajah apa mau lu bedua gue turunin disini” ucap qira
 “iaaa, iaaaa, my dear my baby sweety qiraku tersayang” ucappp ola
“nahhh gitu donk’ jawab qira.
Setelah sekitar 20 menit perjalanan dari rumah akhirnya mereka sampai di tempat tujuan mereka. “seriuss nih kita kesini” tanya ola
“yaialah serius, kan kita udah nyampe disini sayang” jawab qira
“kita gak nyasar yah” tanya oca
“nyasar??? Apaan yang nyasar emangnya gue anak kecil apah yang gak tahu jalan, yaudahlah ayo masukk” ajak qira.
 Mereka memasuki sebuah tempat yang digerbangnya tertulis “panti setia kasih” panti setia kasih adalah tempat rehabilitasi para penderita kanker, tumor, gaal ginjal serta penyakit-penyakit parah lainnya, panti ini dibangun oleh ayah qira sekitar empat tahun yang lalu, awalnya qira tak suka dan tak menyetujui adanya panti itu, serta sama sekali tak pernah datang untuk mengunjungi panti ini, nmaun semenjak ayahnya meniggal dia lebih senang menghabiskan waktunya bersama orang-orang penderita penyaki-penyakit parah yang mematiakn itu.
“yakinn ni qir kesini, bukannya elu gak suka sama panti ini” tanya ola
“ya yakinlah sayang, kalo gak yakin ngapain gue datang kesini, gue udah sadar kalo ketidaksukaan gue sama panti ini gak beralasan banget Cuma gara-gara perhatian papa tercurah sama panti ini, gue udah sadar dan tau kenapa papa perhatian banget sama penghuni panti ini karna disini adlah orang-oarang yang menuggu kematian mereka datang mereka hanya bisa mencegah untuk memperlama kematian itu tapi tak mampu lagi untuk menyangkalnya, bagi mereka yang sudah tahu kapan kematian mereka datang mungkin berta rasanya atau bahkan lebih ringan daripada mereka yang masih menuggu kapan kematian datang, coba lu bedua liat cewek yagg keplanya botak disana, namanya silla di mengidap kanker otak stadium akhir dan menurut dokter yang menangani dia waktu hidupnya Cuma tinggal 2 sampai 3 bulan lagi, pasti sakitkan rasanya kita tahu kita akan segera mati, nutup matapun masti gak mau” jelas qira pada kedua sahabatnya itu mereka hanya bisa terdiam.
“qirrr....” ucap ola
“kenapa la” jawab qir
 “pasti elu bedua binggungkan kenapa gue jadi orang yang perhatian sama masalah-masalah kayak gini, elu taukan beberapa bulan belakangan ini kehidupan gue teras berat banget ayah ninggal, kiki ninggal, abang gue direhab gar-gara narkoba rasanya berat bangte ca, la, waktu keadaan itu gue ngerasa kalo gue adalah orang termalang didunia ini, tapi semenjak mama ngajak gue kesini 1 minggu yang lalu gue sadar kalo masih banyak orang-orang yang berhidup malang “ jelass qira
“walaupun gak semalang kehidupan gue” batin qira.
Sebenarnay perhatian kira pada panti rehab itu bukan hanya karna rasa simpatinya tapi karena dia merasa dia juga adalah orang-orang itu orang-orang yang sedang menunggu kematian menjemput kehidupan mereka. Setelah cukupp lama dipanti itu akhirnya merka pergi, mereka menuju sebuah cafe di dekat danau dikawasan duren sawit. Mereka msuk dan mengambil posisi duduk diteras belakang cafe itu. Keadaan sore itu agak mendung,
“mendungg yah” ucap ola sambil meengamati langit
“iaaa” ucap oca,
 qira tak menjawab ucapan temannya tadi dia terlihat asik dalam lamunannya entah apa yang sedang dia lamunkan, pandangannya lurus kedepan menatap air danau yang sore itu terlihat sangat tenang. “qira, qiqir” panggil oca qira tak menjawab
lamunanya mebuyarkan konsentrasinya pada dunia nyata
“akiraaa” panggil oca lagi sambil menepuk pundak qira
“ ehh ia kenapa ca” jawab qira yang telah terlepas dari lamunanya tadi
“ ngelamunin apa sih lu ca, sampai-sampai gak denger waktu gue manggil lu tadi” tanya oca
 “gak koq gak ngelamunin apa-apa” jawab qira menyembunyikan lamunanya tadi.
Hampir 15 menit mereka bertiga di cafe itu akhirnya mereka memutuskan untuk pulang karna waktupun sudah menunjukan pukul 17.00.
shakira sampai dirumahnya lalu lansung masuk kamarnya dirumah itu tak telihat seorang pun , rumahnya terlihat snagt sepi bukan hanya karna ayahnya yang telah meniggal, serta kakaknya yang sekaranng berada dipanti rehabilitasi, hari itu juga ibunya sedang berada diluarkota karena harus menyelesaikan urusaan bisnis penibggalan keluarganya, yang ada hanyalah seorang perempuan tua yang rambutnya sudah mulai memeutih, dengan perangai kulit sawo mateng dan tingginya sekitar 150 cm dia adalah pembantu dirumah qira yang sudah bekerja sejak 18 ttahun yang lalu. Didalam kamar qira meraih diarynya dan mulai menulis bait per bait untaian kata curahan hatinya kedalam diary itu
-17 juni 2010-
Hari ini aku sama oca dan ola kepantinya ayah,sedih rasanya ngeliat orang-orang pengidap kanker , yang tinggal menunggu kematian mereka, sama halnya dengan aku, rasnya pengen banget nagis waktu disana tapi aku ngak mampu buat ngeluarin air mataku diidepan mereka berdua, aku ngak mau liat mereka sedih, aku ngak mau mereka nanyya kenapa aku nagis aku gak mau kalo nati mereka tahu kalo aku sakit dan udah gak bisa sama-sama merka kayak dulu lagi. TUHAN begnikah nasib hidupku, kenapa harus aku yang mengalami kenyataan pahit seperti ini, apa ini memang jalan hidup darimu TUHAN apa memang hidupku hanya sampai usia 16 tahun ini”
Setelah menulis dirynya qira kembali meletakan diary itu kedalam laci. Tapi entah mengapa kepalanya mulai pusing, keadaan tubuhnya pun tak seimbang. Karena itu qira pun meltakan badannya ditempat tidur
“kenapa kepala gue pusing gini sih” gumamnya
“jngan bilang kalo ni penyakit mau kambuh lagi” ujarnya lagi,
qira mencoba berdiri dan duduk ke meja riasnya di sana terlihat wajahnya yang pucat dan hidungnya mimisan
“ehhh parah nih idung mimisan lagi, mimisan lagi” ujarnya, qira pun mengambil tissu dan membersihkan darah dihidungnya
“ kayaknya gue terlu capek deh hari ini, muka gue pucat dan keadaan tubuh mulai drop lagi, mendingan gue tidur deh” gumamnya.
Qira pergi menuju tempat tidur dan mulai memejamkan matanya diatas tempat tidurnya itu. Tidur panjag hari itu membawa qira ke alam mimpinya, disana dia bertemu sosok ayahnya dan kiki yang sedang duduk ditepi danua dengan pakaian serba putih
 “ayah, kiki” ujarnay kedua orang itu hany tersenyum memandangnya, qira berlari menghampiri 2 orang yang sangat ia sayangi itu
“ayah, kiki” panggilnya
 “ qira” jawab kiki
 “kamu ngapain disini” tanya ayahnya
 “aku lagi jalan-jalan pah” jawabnya
“jaln-jalan kok kesini sih” tanya kiki
 “ngak tau ah, aku nyampenya ajah udah disini” jawabnya
“kamu belum saatnya disini, waktu kamu masih panjang, ada orang baru nanti dihidup kamu, kamu harus semangat meskipun gak ada aku, meskipun gak da ayah kamu, kita disini selau sayang kamu” ucap kiki
 “maksud kamu apa sih ki aku ngak ngerti” tanynya lagi
 namun kiki tak menjawab sosok kiki dan ayahnya itupun berjalan menjauh, manjauh, manjauh dan semakin menjauh meninggalkan dia
“ ayahhhhh, kikiiiii kalian mau kemana sih, koo ninggalin aku, ayahhhh kikiiiii” teriaknya lau terbangun dari mimpinya itu dan waktupun telah menunjukan pukul 05.00 pagi,
“ ayahhh kiki, mereka ada di mimpi gue apa maksud dari mimpi itu apa juga maksud kiki ada orang baru dihidup aku” gumamnya. Qira kembali meraih diari dilacinya dan menulis lagi untaian-untaian kata
18 juni 2011,
Malam tadi mimpiku aneh, aku ketemu ayah sama kiki, tapi aku bingung apa maksud mimpi itu apa maksud mereka, kiki bilang kalo akan ada orang baru dihidup aku tapi waktu aku tanya maksudnya apa kiki sama ayah pergi ninggalain akau, pertanda apa sih ini, apa ini pertanda kalo aku akan segera pergi, tapi mereka menolak keberadaan ku disana, semoga ajah mimpi tadi bukan pertanda buruk, berkati aku TUHAN YESUS !!!!!!!
                                                                                                ***
Pagi minggu yang cerah menghantarkan qira menuju gereja, pagi ini dia pergi bersama ibunya. Perjalanan 15 menit telah mereka lewati akhirnya tiba juga digereja tujuan mereka itu qira dan ibunya turun dari mobil dan masuk kedalam gereja tersebut. Tak lama setelah mereka masuk ibadah dimulai, qira mengikuti ibadah dengan sangat tenag di dia sepanjang ibadah. Sepertinya kira merasakan kenyamanan dan ketentraman ketika beada di rumah tuhan itu. Akhirnya ibadah itu selesai dan kira pulang. Setelah sampai dirumah kira kembali meraskan pusing dia sejenak merebahkan dirinya  di sofa ruang tama
 “ ya ampunn, kepaal gue kenapa ni, pusing banget, gak tahn gue” eluh qira,
 namun tak lama sakit kepalanya mulai sedikit demi sedikit berkurang setelah dia berdoa
“ Tuhan Yesus saat ini Tuhan hamba datang kepadamu, memanjatkan puji syukur hamba karena hingga saat ini hamba masih diberi kehidupan, bapa saat inni hamba datang kehadiratmu meminta pertolonganmu Tuhan, berikan selalu hamba penyeertaanmu dalam menghadapi kehidupan hamba yang singkat ini, ini doa hamba tuhan, dalam nama Yesus, AMIN”
Sorenya qira pergi menuju panti, karena disana akan diadakan ibadah rutin yanag selalu dilakukan sebulan sekali, kali ini adalah pertama kalinya qira mengikuti ibadah itu karena dia memang belum lama aktif di panti itu , hari ini cukup banyak yang datang banyak juga orang-orang luar panti yang melkaukan pelayannan datang disana , entah mengapa dira terlihat sangat senag ketika mengikuti acara itu, wajahnya terlihat ceria walaupun tak terpungkiri jika ada kesedihan dalam dirinya, Qira terlihat akrab dengan anak-aanak panti itu meskipun belum lama aktif membantu mengurus panti itu, ibadah yang dilakukan ditaman panti itu berlansung hikmat. Setelah ibadah itu selesai orang-orang yang datang ada yang pulang ada juga yang berkeliling di panti itu, qira melihat sesosok pria ang lumayan tanpan dengan postur cukup baik, sedang berain dengan bebrapa anak di panti itu, Qira tak tau siapa orang itu, di terus mengamati orang itu dari kejauhan, namun dia dikagetkan oleh seseorang yang menepuk punggungnya dan berkata
“ namanya Mario”
 “ehhh” uccapnya lalau menoleh ke orang itu
 “ ehh, kak davia” ucapnya
 “ namanya mario, di dulu cukup aktif di panti ini, namun belakangan dia jaragng kesini karna yang kaka dengar dia ada kesibukan lain, memgikutti berbagai pelayanan ke beberapa daerah” ucap kak davia pengurus panti
“ ohhh, kok mau ya kaka orang seperti dia, yang boleh di bilang tampan dan berpostur seperti model seperti itu, aktif di kegiatan kerohanian seperti ini dia juga masih muda, bisa tuh kak dia jadi artis wajahnya aja menjual” ucap Qira
 “ gak tau juga kir, tapi gak salahkan kalau dia mau, bisa aja ada panggilan dalam dirinya untuk menjadi palayan Tuhan dari muda, kan firman tuhan jga berkata – janganlah seseorang mengganggapmu lemah karena engkau muda- “
“ iyaaa, tapi apa dia bisa bertahan hingga nanti kak “
“kalu itu kaka gak tau, tergantung dirinya juga donk deh, lagian ya, jalan hidup kita udah di atur tuhan, yah kita tinggal jalanin aja sebaik mungkin”
“ hmmmm, sosok yang mengagumkan ya”
“ iyaaa, tapi syang”
“ syang kenapa kak”
“ yang kaka dengar dari kepal panti, katanya mario ini kena gagal ginjal”
“ gagal ginjal ka”
“ iyaaa”
 “ kenapaa gak transplantasi ginjal aja kak”
“ masalahnya dia sendiri gak punya keluarga kandung dek,dulu waktu kecil dia tiggal dipanti asuhan, dia diangkat sama oma maria yang udah meninggal setahun yang lalu”
“ kok kaka tau emamngnya oma maria itu siapa sih”
“ oma maria itu, sepupunya, kepala panti”
“ohh, kayaknya mario aktif di kegiatan rohani juga karna oma maria kak”
“ yah begitulah, oma maria itu orang yang sangat aktif dalam kegiatan gereja qir,, orangnya juga baik banget tapi sayang setahun lalu dia meniggal “
“ karna apa kak”
“ kalo gak salah sih serangan jantung”
“ ya ampuun “
“ ahh udah ah qir, dari tadi ngebahas si mario terus, udah kalau mau san kenalan gi sma dia”
“ enggak ah kak, kapan-kapan aja deh”
“ ya udah kakak masuk dulu yah qir”
“iyaaa” uap kira
 lalu davia pergi meniggalkan qira. Qira pun berjaln meningglakan tempat dia berdiri tadi, mengambil gitar di teras lau menuju sebuah kursi dipojok panti, qira mulai memetik gitar itu mengalunkan sebauh lagu “ KAULAH HARAPNKU” ....

Bukan dengan kekuataanku, ku dapat jalani hidupku
Tanpa tuhan yang disampingku, ku tak mampu sendiri
Engkaulah kuatku yang menopangku..
Kupandang wajahmu dan berseru,
Pertolonganku datang darimu,
Peganglah tanganku jangan lepaskan
Kaulah harapan, dalam hidupku...

“ prokkk, prokkk” sebuah suara tepuk tangan menghentikan petikan gitarnya
“ keren” ucap orang itu, qira menoleh kearah orang itu,
“ keren, suara kamu bagus” ucap orang itu
“ ahhh, bisa aja” ucap qira malu
“ kamu qira kn???”
“iya, kok tau”
 “ ya jelaslah kamu kan anak pemilik panti ini”
“ohhh”
 “aku rio, mario”
“udah tauu??”
“ kok tau”,
 “tau aja”
“ dari siapa”
 “dari kamu”
 “maksudnya?”
“ kan kamu barusan nyebutin nama”
 “oh, heheh” mario tertawa,
“ kamu jago main gitar yah”
 “ gak kok, bisa aja tapi gak jago”
“ ahh, kocak yah kamu ”
 “ ehhhh ehh, kita kan udah kenal jangna pake aku kamu deh, akau kaku ngomongnya, solanya kebiasaan paek lo gue”
 “ boleh, deh”,
 “ ya ampuun,” ucap qira setelah melihat jamnya
“ kenapa qir??”
“ udah jam 5 nih, gue musti balik, da janji sma temen, ya udah yah gue balik ini gitrnya. Bye” lalu pergi meniggalkan rio yang masih berdiri, smabil menatap qira yang pergi hingga hilang dari pandangannya
 “ cewwk yang unik”, ucapnya tertawa kecil.
 Kira yang telah sampai dirumah, mandi lalu berganti baju dan pergi menuju sebuah mall, diamn teman-temannya sudah menunggu
“ lama ye elu”
 “ maap deh, tadi kelamaan di panti, abis kenalan sama cowok cakep”
 “ cowok cakep??” tanya ola
“ iya, etdahhh, ganteng uyy, badanya kayak model, mukanya itu ganteng mirip esa sigit uyy”
“ yakin lo” ucap oca
 “ yaiyalah, mane takwa lagi” ucap qira
“ kenalin dong” oca mendesak
“ apee, gue aja baru tau namanya aja” ucap qira
 “ pinnya, pinnya” tany ola
“ apa lgi yang itu” ucap qira
 “ ah udah ahhh, maless nih, ayo katanya mau nonoton, udah deh entar entar aja gue ceritain itu cowok” ucap qira lalu menarik tangan kedua temannya itu.
 Merekap pun pergi menuju sebuah bioskop setelah selesai menonton mereka pergi esebuah toko pakaian,
 “ ehhh, ini lucu yah” ucap oca sambil mengambil sebuah dress berwarna ungu
“ iyahhh, lucu nih” ucap qira
“ tapi yang ini lebih lucu deh” sambil enunjukan baju dress berwarna hitam
 “ iyahhh lucu “ ucap oca
 “ ya aelah lu bedua udah dapat bajunya nah guenya ajah yang belum
“ coba liat deh itu” ucap kira menunjukn pada sebuah patung disudut toko itu
 “ mane”
“itu, tuh yang warna biru, unyu bnaget kan” ucap qira,
“ ahhh, aya lucu banget gue mau” ucap ola,
lau beerlari ke  arah patung itu, namun disana ola menabrak seorang wanita
“ ehh apaapaan sih nih norak banget sih di tempat rame kok main lari-larian” ucap wanita itu,
“ kenapa sayang “ ucap seorang pria
 “ ini nih sayang nih anak kecil nabrak aku”
“ maaf kan gue gak sengaja”
“gak punya mata ya elu”
“ apa sih kaya ginian di bilang gak punya mata maaf yah nona yang terhormat gue dilahirin tuhan dengan fisik yang sempurna dan gue sukurin itu gak sepantasnya mulutlu yang terhormat itu elu pake baut ngata-ngatain orang, apa gunanya sih terhormatnya seseorang kalau orang itu sendiri gak pernah bisa hormatin orang lain dan dirinya sendiri, sayang yah mka lo cnatik tapi mulut lu busuk”
“ehhh”, ucap wanita itu lalu ingin menampar ola, namun tak sempat tangannya smapai ke wajah ola, pacarnya telah menangkap tangannya terlebih dahulu,
“ kamu kenapa sih, ini hal sepele, lagian kan dia udah minta maaf”
“tapi mulutnya itu terlalu banyak ngomong”
“ apa yang dia bilanang benranya syang sebagai orang yang tuhan ciptakkan sempurna secara fisik, jangannlah berkata  tantang sebuah skit fisik, jika apa yang kamu katakan berbalik pada kamu apa kamu mau menjalaninnny”
“ ya enggak lah”, tiba-tiba qira dan oca datang
“ ada apa la”tanya qira
“ nih ada nona terhormat, yang marah gara-gara gue tabrak “
“ lu udah minta maaf”
“ ya udahlah,  tapi dia tuh yang sok banget” ucap ola
 “ ape lu bilang gue sok”
“ ahh udahlah, sayang dia kan udah minta maaf” ucap orang itu, qira melihat ke arah orang itu
“ mario!!!!”
“ eh qira”
“kamu kenal teman cewek ini sayang” tanya pacar mario
“ iyaa, anak pemilik panti yang aku biasa urus” jawab rio”
 “ ohhhh” ucap perempuan iitu
 “ udahlah ayo pergi” ajak rio pada pacarnya, lalu rio dan pacarnya pergi meninggalkan, oca, ola dan qira,
 “ ehhh, elu kenal tu cowaok” tanya ola
“ ya elah ntu orang, yang tadi gue ceritain”
 “ yang saganteng esa itu”
“ ya gitu deh”
“gimane”
“ cakep, tapi sayang ceweknye, naujubilah soknye”
 “ hahaha tabah aja”,
 “ ahh udahlah, ambil tuh baju”
 “ oh iyeee”
setelah mengambil baju dan membayarnya ketiganya pergi dari mall itu. Jam 7 malam kira smapai dirumah setelah menghabiskan harinya bersama sahabat-sahabatnya itu,
“ mama, mama, mama”
“ iya sayang”
“ malam ma”
“malam sayang”
 “kira naik yah mah mau mandi dulu”
“ yaudah mandi aja sana, abis itu turun ya, kirta amakan malam, trus kepanti”
“ngapain ma kepanti”
“ hari ini ulang tahunnya ibu kepala panti, mama sama anak-anak panti mau kasi surprise sama kepala panti”
“ ohh, iya ma siap. Kira naik ya ma”
Mama kira hanya tersenyum embari memnadangi anaknya menaiki anak tangga.
Setelah selesai makan malam kira dan mamanya pun pergi menuju panti setia kasih, setibanya disana, anak-anak panti sudah ramai berkumpul, mereka sudah siap dengan segala peralatan untuk memberi surprise kepada ibu panti. Disana juga ternyata ada mario
“ hey, akira”
“hay mario”
“ehh, btw maaf ya buat kejadian tadi, sampain maaf juga keteman-teman lo”
“ hehe, udahlah itu udah biasa deh kayaknya. Oh iya ini konsep surperisenya kayak gimana”
“ konsepnya sih biasa aja nanti kita lansung bawa aja kue ke kamar oma marta”
“ ohhh”
Akira dan mario terus berbincang-bincang diantara kerumunan orang-orang di panti itu.
Surprise partypun dimulai semua anak panti masuk ke kamar oma marta, membawa kue dan menyanyikan lagu selamat ulang tahun. Setelah itu mereka semua berkumpul di ruangan dan melakukan ibadah
“ oma, mau ngucapin makasih banayk sama kalian sema. Terima kasih untuk surprise party yang udah kesekian kalinya. Teriam kasih udah sayang sama oma, terima kasih untuk, perhatian kalian, oma sayang kalian semua” ucap oma marta
“ kita juga makasih oma udah mau selalu jagain kita, oma udah mau tetap bertahan dipanti ini sama sanak-anak penyakitan kayak kita disini, makasih buat kasih sayang oma, makasih buat kesanbaran dan juga perhatian oma, surprise ini belum berarti apa-apa kalo dibandingin sama semua yang udah oma buat ke kita selam aini” ucap stu diantara penghuni panti.
“ yaaudah, giaman kalo sekrang kita nyanyi” ucap diva
“ nyanyi apa kak”
“ gimana kalo, sampai memutih rambutku”
“ boleh”
“ mario mainin keyboard yaa” pinta diva
Mario pun berjalan menuju temapt keyboard diletakan , yaitu disudut ruangan itu. mario mulai mengalunkan nada-nada indah darI permainan jarinya
Kau S'lalu Hadir Saat Aku Rindukan-Mu
Kau Yang S'lalu Setia Menopangku Dengan Kasih Setia
Memberi Aku Kekuatan Di Tengah Badai Yang Menakutkan
Sampai Memutih Rambutku
Kau Putuskan Aku Menutup Usiaku
Ku 'Kan S'lalu Menyembah-Mu
Oh Yesus Tuhanku, Ku Milik-Mu S'lamanya Bagi-Mu
Lagu Sampai Memutih Rambutku ini mengalun sangat indah, yaa mata kira mulai berkaca-kaca dia terharu dengan lagu yang baru saja terlantun itu.
“ gue harap gue akan bisa tetap memuji Tuhan sampai rambut gue udah memutih”
“ hey , kamu kenapa nangis kira?”
“ enggak kok, gue terharu aja ngeliat semua ii, gue kagum sam oma marta, sama perjuangan dia dan ketulusan dia buat ngurus panti ini”
“ itulah oma marta, dia menghabiskan separuh hidupnya disini, buat orang-orang yang ya mungkin waktu hidupnya didunia ini udah gak lama lagi. Dia itu lar biasa, buka hanya kasihnya kepada manusia namun kasihnya pada Tuhan juga”
“ ya, oma marta adalah sosok wanita yang mengagumkan sangat mengagumkan. Someday i will”
“ amin deh”
Mario dan akira pun berjalan berkeliling panti itu dan mereka memutuskan untuk duduk di sudutt halaman pant itu dimana disan terdapat 2 buah ayunan. Akira dudukdan pikirannya mulai menerawang jauh ke alam hayalnya
“ gimana kalo nanti gue mati?”
“ gimana kalo nanti nyokap tinggal sendiri?”
“ kenapa hidup gue gini amat sih?”
“kenapa hharus gue yan kena penyakit kayak gini?”
“ kenaa harus ada penyakit yang kayak gini?”
“ kenapa didunia ini gak ada yang abadi?”
“ kenapaaa?”
Yaa sejumlah pertanyaan terbersit di dalam pikiran kira tentang apa yang kan teradi pada dirinya..
Mario bingung melihat akira yang saat itu terlihat melamun, pandanganya kosong tatapannya lurus saja, untuk beberapa waktu mario masih membiarkan keadaa seperti itu. membiarkan akira tenggelam didalam dunia hayalnya membiarkan dia melamun dan membiarkan dia sejenak berada dalam masalah pribadinya saat itu.
“ hey akira?”
Akira tak merespon panggilan mario tadi
“ akira, akira”
Akira masih saja tak merespon suara itu. dan akhirnya mario memutuskan untuk menepuk pundak akira
“ akira”
“ eh iya kenapa” dan kira pun tersadar dari lamunannya
“ lo kenapa, gue lihat tadi kayaknya lo ngelamun deh, lagi ada masalah ya atau kenapa?”
“ gak papa kok rio, gue gak papa”
 “ kalo emang lo ada masalah, dan lo butuh tempat curhat lo bisa curhat sama gue, lo bisa cerita masalah lo. Masalah jangan dipendem sendiri nanti gak ketemu solusinya, mending lo share, lo ceritain sam orang yang bisa lo percaya”
“ gak kok gak ada masalah. Ada sedikit sih tapi mungkin ini belum saatnya gue cerita sama siapapun, cukup cerita sama Tuhan aja hehe”
“ oh, iyaa. Tuhan itu dalah tempat terbaik buat cerita dia punya jawaban untuk setiap masalah yang ada dalam hidup kita”
Akira tersenyum mendengar kata-kata yang keluar dari mulut mario.
Cukup lama berbincang mereka berdua akhirnya beranjak dari tempat duduk mereka, kembali berkeliling dan akhirnya tiba di halaman depan panti itu. terlihat disana ibunda akira sudah menunggu akira untuk pulang, dan karena waktu menunjukan sudah cukup malam. Ka Akirapun segera menemui ibunya dan mereka pulang. Sebuah senyuman, akira arahkan pada mario yang saat itu berdiri bersama oma marta melihat kepergian akira dan ibunya saat itu.