Selasa, 26 November 2013

Masa Lalu Selamanya Tetap Akan Jadi Masa Lalu



Seorang gadis muda usianya mungkin 22 tahun menengadahkan kepalanya menatap lagit biru yang kini sudah berwarna jinga, merona merah diufuk barat, dia seperti benar-benar menyaksikan bintang itu tengelam ke dalam lautan, semakin lama menghilang-dan menghilang, hanya noda-noda jingga yang masih berserakan menghiasi langit di senja itu. Suara deburan ombak, seirama dengan desahan nafasnya. Gadis itu mulai menutup mata mencoba merasakan angin yang berhembus perlahan menerpa seluruh tubuhnya, menerbangkan rambut indahnya yang tergerai panjang. Dia sangat menikmati saat-saat seperti itu, wajahnya terlihat tenang guratan luka yang belakangan  ini selalu membendunginya terlihat sirna sementara ini, tapi tak terkira butiran air mata jatuh menetes di pipinya, gadis ini seperti kembali pada lukanya, ya dia kembali menegnang luka itu.

“ aku janji akan selalu sama kamu” kata itu sayup terdengar di telinganya, terngiang selalu, tangisan itu makin dalam dia tidak mampu membendung air matanya dia tidak lagi tenang seperti tadi, desahan nafasnya tak beraturan, tak ada kata yang terucap hanya suara tangisan yang terdengar semakin menggebu. Seperti tak mampu lagi menahan perih yang menyelimuti seluruh hatinya, gadis itu menumpahkan seluruh isi hatinya, menangis sejadi-jadinya, tetap tanpa kata.

“Bumi ini berputar dit, gak akan pernah diam. Begitu juga kehidupan. Kita tau setiap orang setiap harinya, bahkan setiap detik bertumbuh dan berubah. Semua oarang berubah tidak ada yang akan tetap sama, dulu sama sekarang itu beda. Kamu jangan larut dalam kenangan, jangan mau dikalahin sama kenangan. Dia memang mneyimpan cerita, sebuah memori yang terekam abadi. Tapi semua kisah itu kini sudah beralih fungsi menjadi sejarah dita, kisah itulah saksi nyata semua perubahan yang ada, yang kita alami. Kamu gak bisa selalu kayak gini tengeam dalam kisah masa lalu, terpenjara sama cerita yang mungkin sudah akan dia masukan dalam daftar yang harus dilupakan. Dita, cinta itu gak harus selalu memimilki, tapi kita diajarkan utuk bisa merelakan. Kalau dia memang ditakdirkan buat kamu, dia akan kembali, balik sama kamu. Tapi kalau dia memang gak kembali, relain dit, jangan tahan dia, jangan nyakitin diri kamu sendiri dengan cara kayak gini, selalu hidup dalam bayangan masa lalu, gak bisa pergi dari cerita lama itu. Sekarang udah beda dit, detik ini sama satu detik yag lalu aja beda, gak ada yang sama. Kamu masih punya masa depan, jangan stuck di masa lalu” Gadis itu tak bergeming, suara tadi tak mampu meredakan tangisannya yang sudah menjadi-jadi, kini dia terduduk lemas di atas pasir, langit sudah gelap tapi dia masih tak mau beranjak.

“aku takut, za. aku takut kalau dia memang benar-benar bukan jodoh ku, gak ditakdirin buat aku. aku juga gak tau kenapa aku gak bisa lepas dari kisah masa lalu itu, aku mungkin bodoh terlalu bodoh, tapi hatiku za, hatiku gak bisa pergi dari sana, hatiku gak bisa cari orang lain, gak bisa nemuin yang bisa kayak dia, semua kenangan, semua kisah, semua cerita, semuanya terlalu sempurna buat bisa tergantikan dan dilupakan.”

“dia bahkan gak pernah tau perasaan kamu dita, kenapa kamu masih berharap sama sesuatu yang kamu gak pernah tau kejelasannya seperti apa? Kenapa kamu harus terperangkap sama perasaan itu, kenapa kamu harus hidup dalam bayangan orang yang mungkin gak pernah sama sekali mikirin kamu, kenapa?”

“karena aku belum tau kejelasannya za, karena aku mau tau kejelasannya, karena aku—karena aku gak bisa ngebuang perasaan ini, 5 tahun za, aku coba, tapi tetap sama, tetap gak bisa, tetap ada dia tetap za, dia udah menetap”

“bukan gak bisa dit, semuanya karena kamu gak pernah benar-benar mencoba membuang, mengubur dan menghapus dia dari otak kamu, hati kamu dan pikiran kamu.”

“dia gak akan pernah bisa aku lupain za, gak akan”

“gak akan atau kamu gak mau? Kamu negdoktrin pikiran kamu dengan hal seperti itu dit, itu yang buat kamu gak pernah bisa ngelepas masa lalu kamu. Dit, masa lalu adalah masa lalu dia gak akan pernah kembali, dia gak akan pernah bisa diulang, kamu tau dia masa lalu, kenapa gak biarin aja teap jadi masa lalu. Biarkan masa lalu jadi sejarah, cukup jadi kenangan, cukup dalam ingatan, jangan selalu bawa masa lalu kemanapun kamu pergi, tinggalin dia ditempat seharusnya, hidup ini masih panjang kita punya masa depan, biarin masa lalu jadi sejarah yang annati akan kita ceritakan, biarin dia jadi bagian kisah yeng menuntun kita ke masa depan, biarkan dia berjalan dibelakang jangan buat dia berjalan di depan kamu atau beriringan sama kamu dit”

Gadis itu tetunduk merenung, kedua tangannya memeluk erat tungkai kakinya dia meletakan dagunya di atas lutut, matanya memandang kosong kelautan lepas di depannya. Sementara lelaki itu terus berdiri memnadangi gaadis itu dari belakang, memandangi punggugung sahabatanya, sosok yang selalu mencari masa lalunya.

Lelaki itu mendekat, sekarang duduk di samping dita, meneyentuh lebut pucuk kepala gadis itu, membiarkannya tetap larut dalam lamunannya.
“biarin masa lalu jadi masa lalu dit, biarkan dia berada diposisi seharusnya, jangan kamu pindahin dia. Ada masa depan dan kamu punya banyak runag buat kisah baru, kisah itu udah usang, dan akan termakan usia, kamu sekarang udah dewasa bukan lagi remaja, hal-hal kayak gitu gak seharusnya kamu seret dalam hari-harimu sekarang, simpan dibelakang dan jangan menoleh lagi, kenagan selamaya Cuma akan jadi kenangan” Lelaki itu setengah berbisik di telinga gadis itu. Mata dita mulai memejam mencoba mencerna tiap kata yang suad terucap, tiap kata yang sudah dia dengarkan, tiap kata yang sebenranya selama ini selalu ingin dia wujudkan.

Dita menarik nafas panjang, menghembuskannya dengan perlahan, berusahan mencari ketenangan dalam angin laut malam, tiba-tiba dia menggenggam erat tangan sahabatnya, tapi dia diam tetap diam tak bersua membiarkan semua kta-kata dan keberanian dalam dirinya terkumpul, berusaha meyakinkan dirinya bahwa setiap kata yang akan terucap nanti adalah keputusan yang sudah benar-benar dia renungkan, semoga semua yang akan dia lakukan merupaka yang terbaik.
“aku akan coba za. Kamu benar aku gak bisa terus stuck di masa lalu, aku gak bisa terus-terusan hidup dalam bayangan cerita lama itu. Aku harus menempatkannya diposisi yang seharusnya, dibelakang bukan disamping atau didepan, masa lalu ya masa lalu selamanya akan tetap jadi masa lalu. Dia adalah masa lalu, dan aku masih punya masa depan, aku masih punya banyak ruang untuk masa depan. Aku bisa aku harus bisa” Gadis itu memantapkan kata-katanya, suaranya yang lirih perlahan makin lantang. Dia mecoba utuk mampu mengucapkan kata-kata yang dari dulu tak pernah mampu dia realisasikannya. Senyuman itu tersungging di wajahnya, matanya masih merah, ada guratan kesedihan walaupun dia berusaha tersenyum di antaranya, masih terlihat ketidakyakinan dalam matanya, namun ada semanagt dari dirinya, Mungkin dia lelah sudah terlalu lelah terjebak dalam masa lalu yang tidak akan pernah menjadi masa depannya.

Lelaki disampingnya tersenyum, walaupun dia tau masih ada keraguan dalam batin sahabatnya itu, Dita. Tapi Reza senang karena Dita sudah mampu mengucapakn kata-kata itu. Dia akan mencoba untuk lupa pada masa lalunya. Ya, Reza menatap Gadis itu dalam berusaha menyelami pikirannya saat ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar