Selasa, 01 Oktober 2013

Tentang Dia



Hari ini aku membuka sebuah catatan tentang perasaan hatiku yang sering aku tulis dulu, terlihat lucu dengan segala kata-kata yang menggelikan khas anak-anak. Menggelikan, aku menggambar sebuah bentuk hati, dua gambar orang seadaanya yang satu laki-laki dan yang satu perempuan mereka sedang bergandengan tangan. Aku menulis setiap kejadian yang dulu kualami saat aku mulai menyukai seseorang.

Ah, buku ini mengingatkanku padanya, sosok lelaki berwajah polos di masa kecilku, sosok yang selalu saja menemaniku, kami bersama, berjanji berdua untuk saling menjaga di masa yang akan datang. Tapi sayang janji itu tidak mampu kami realisasikan. Dia kini telah bersama Tuhan. Kita memang tidak akan pernah tahu apa rencana Tuhan dan kapan dia akan membawa kita pergi bersamanya,air mataku mengalir teringat lagi saat-saat terakhir aku bisa menjumpainya, sebuah kejadian yang tak disangka telah merenggut nyawanya. Aku tidak pernah berpikir sampai kesitu, bahwa dia akan pergi jauh lebih dulu, di sana mungkin dia sudah punya dunianya sendri, dia sudah menikmati hidup barunya.

Kini aku, menemukan sosok baru, sesosok yang mirip dirinya, wajahnya polos, dan mereka terlihat sama,  mereka mirip mereka sama.

Dia mungkin tidak tampan di mata yang lainnya, tapi etah mengapa dia mampu menggetarkan hatiku, dia bisa menciptakan senyumanku dengan tiba-tiba saat melihat wajahnya ataupun hanya sekedar saat aku bisa menggenalinya sebatas punggungnya saja. Ya, aku mampu mengenalinya dari kejauhan tanpa menggunakan kaca mata minusku sekalipun.

Rasanya setiap kali akau menjumpainya, atau hanya sekedar bisa melihat wajahnya saja itu hormon-hormon di dalam tubuhku mulai bereaksi dengan sendirinya, semua terasa seperti tak terkontrol dan aku tak mengerti kenapa. Dia yang mampu membuat semuanya seperti itu.

Dia adalah dunia yang kutemui sekarang, wajahnya dan ahhh aku suka mata dan senyumannya. Matanya sipit, aku suka itu. Entahlah kenapa Tuhan menakdirkanku untuk menyukai orang yang bermata  sipit sejak kecil . Dan senyumannya, tidak mampu aku deskripsikan, senyuman itu sangat mempesona.

Dan, satu nilai tambah lagi aku suka dia dengan talentanya, aku suka dia dengan kemampuannya dalam bidang musik, aku suka dia yang sangat pandai memainkan gitar yang juga adalah instrumen musik favoritku. Aku suka dia yang terlihat tidak rapi, hanya dengan baju kaos hitam atau merah favoritnya dan celana jeans saja .Aku suka dia yang terlihat sempurna dimataku.

Aku suka dia walaupun dia tidak tau itu, aku suka dia meski dia tidak merasakan hal yang sama. Aku suka dia walaupun mungkin saja dia hanya tau tapi tak mengenalku, aku suka caranya mengamatiku saat kami berpapasan. Aku suka caranya waktu itu berulangkali memandangku, mungkin saja untuk memastikan apakah itu sosokku.

Ya, singkat saja Aku suka Dia dan aku bahagia menyukainya. Ya Aku bahagia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar