Jumat, 17 Mei 2013

essay - Remaja “Nakal” Masa Kini (oleh: Asna Sri Hartati)



Remaja “Nakal” Masa Kini
Remaja adalah masa peralihan dari kanak-kanak ke dewasa. Para ahli pendidikan sependapat bahwa remaja adalah mereka yang berusia 13 tahun sampai dengan 18 tahun. Seorang remaja sudah tidak dapat dikatakan sebagai seorang anak-anak lagi, namun masih belum cukup matang untuk dapat dikatakan dewasa . mereka sedang mencari pola hidup yang paling sesuai baginya dan inipun sering dilakukan dengan metode coba-coba walaupun melalui banyak kesalahan.
Generasi muda adalah tulang punggung bangsa, yang diharapkan di masa depan. Karena itu baiklah sejak dini menjaga para generasi muda bangsa itu. Salah satu caranya adalah dengan cara menyaring perilaku-perilaku yang negatif, bebasnya pergaulan yang terjadi di antara remaja menimbulkan kenakalan di kalangan remaja. “Nakal disini bukan nakal yang sebenarnya tapi nakal dalam tanda kutip yaitu sikap-sikap pergaulan yang berlebihan, antara lain adalah sex bebas, mengonsumsi obat terlarang, meminum minuman keras, yang paling umum adalah remaja-remaja yang merokok dan lain-lain yang dapat berakibat fatal bagi kehidupan remaja itu sendiri.
Pada zaman globalisasi ini remaja harus diselamatkan dari dampak buruk globalisasi. Banyak kebudayaan asing yang masuk sementara tidak cocok dengan kebudayaan kita menimbulkan kenakalan contohnya saja sex bebas. Saat ini kebebasan pergaulan sudah mencapai tingkat yang mengkhawatirkan. Para remaja dengan bebas dapat bergaul  antar jenis. Tidak jarang dijumpai pemandangan di tempat-tempat umum para remaja saling berangkulan mesra, berpegangan tangan, peluk-pelukan tanpa mempedulikan masyarakat sekitarnya. Mereka sudah mengenal istilah pacaran sejak awal masa remaja. Pacar,  bagi mereka merupakan salah stau bentuk gengsi yang, katanya kalau nggak punya pacar nggak gaul. Akibatnya dikalangan remaja terjadi persaingan untuk mendapatkan pacar. Tindakan-tindakan yang melebihi batas banyak terjadi dalam berpacaran  pada masa kini. Akibatnya banyak yang putus sekolah karena hamil, atau menghamili anak orang.  Berdasarkan penelitian diberbagai kota besar di Indonesia sekitar 20%  hingga 30% remaja yang belum menikah mengaku pernah melakukan hibungan sex. Sex bebas yang terjadi menimbulkan  banyak dampak negatif,  bisa menyebabkan kehamilan, lalu putus sekolah, aborsi, atau terkena penyakit misalnya AIDS atau kanker.
Bukan hanya tindak sex bebas, penyalahguanaan narkoba pun semakin memprihatinkan. Berdasarkan data penyalahgunaan narkoba terjadi peningkatan penggunaan sekitar 42,4% per tahun . Bahkan bila dihitung sejak narkotika mulai menjadi candu di Indonesia dalam kurun waktu  40 tahun jumlahnya telah meningkat sekitar 200 kali lipat. Menurut data BNN 2008 ada 3,6 juta penyalahgunaan narkoba di Indonesia  40% di antara mereka pertama kali mencoba kketika berumur 16-18 tahun . penyalahgunaan ini terjadi biasanya berawal dari rasa ingin tahu, lalu coba-coba, hingga akhirnya menjadi pencandu, kecanduan narkoba dapat menyebabkan banyak hal, awal-awalnya dia akan merasa lebih pede atau lebih tenang ketika sedang berada dalam pengaruh obat, lalu sakaw saat tidak makan obat, sehingga untuk bisa mendapatkan obat-obatan yang di inginkan mereka berusaha melakukan apapun misalnya saja mencuri uang orangtua,dampak yang lainnya adalah overdosis dan bahkan kematian.
Tindakan nakal lain dalam pergaulan bebas remaja masa kini adalah meminum minuman keras. Salah satu penyebab banyaknya remaja yang meminum minuman keras adalah rasa gengsi mereka terhadap teman-teman mereka katanya kalau nggak minum nggak gaul, kalau nggak minum nggak keren atau kalau nggak minum banci. Apakah keren, gaul, atau banci atau tidaknya seseorang tergantung dari mau atau tidaknya remaja itu meminum minuman keras? Tapi remaja pada zaman sekarang lebih memikirkan gengsi dari pada akibat yang akan dialaminya. Salah satu dampak negatifnya yang dapat ditimbulkan dari meminum minuman keras adalah mabuk, ketika mabuk banyak hal  yang secara tidak kita sadari bisa saja kita lakukan, lalu mengkonsumsi minuman keras juga bisa menyebakan kematian atau keracunan.
Contoh lain kenakalan remaja yang paling sering dijumpai adalah remaja-remaja perokok aktif. anak-anak sekolah atau remaja-remaja belasan tahun dengan santainya memegang rokok, dan menghembuskan asapnya, mungkin menurut mereka merokok itu keren, tapi sadarkah mereka jika rokok dapat menimbulakan dampak yang sangat buruk bagi diri mereka? sesuatu yang indah memang kebanyakan selalu terjadi diawal. Tahukah mereka bahwa rokok mengandung zat yang dapat menyebabkan ketergantungn, jika sudah ketergantungan pada rokok seseorang akan susah untuk lepas dari rokok tersebut, mereka bukan hanya membahayakan diri sendiri tapi juga orang lain disekitarnya yang merupakan perokok pasif .
Pergaulan bebas membawa pengaruh negatif bagi hidup para remaja, remaja-remaja yang baru memulai mencari jati diri selalu mencoba hal-hal baru, pengaruh dari lingkungan pergaulannya menjadi faktor pendorong rusaknya remaja-remaja pada zaman sekarang. Oleh karena itu, sebagai seorang remaja bersikap dan bertidaklah sesuai dengan usia dan norma serta nilai-nilai yang berlaku jauhi segala bentuk pergaulan bebas agar jangan sampai merugikan diri sendiri kelak nantinya, hindarilah cap sebagai “remaja nakal”. karena penyesalan memang selalu datang belakangan maka jagalah diri agar terhindar dari bahaya dan dampak pergaulan bebas agar kita tidak perlu menjadi seseorang yang menyesal karena kesalahan yang kita lakukan sendiri. Karena kita sebagi remaja masih memiliki masa depan yang sangat panjang dan jangan rusak itu hanya karena kesenangan sementara.







Nama : Asna Sri Hartati
Kelas : XII IPA 1

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar